Sunday, 24 June 2018

Mari kita buka dengan membaca.....


"Nanti waktu di kapal jangan tidur. Uang dan barang-barang berharga dipegang yang bener. Kamu itu pelor, jangan sembrono."
Itu adalah salah satu pesan ibu saya setiap saya hendak bepergian ke Pulau Jawa melalui jalur laut.

"Kamu gak takut ketinggalan Fi, kalau waktu di kapal ketiduran? Terus nanti barang-barangnya gimana kalau mau tidur?"
Pertanyaan lain dari teman-teman saya. Padahal kalau mau tidur tinggal merem.


***

Saya tinggal di Provinsi Lampung, daerah yang dikenal dengan julukan gerbang Pulau Sumatera. Terdapat dua jalur yang dapat ditempuh untuk munuju pulau seberang a.k.a Pulau Jawa, yaitu jalur laut dan udara.




Untuk jalur laut, saat ini sudah ada dua pelabuhan yang bisa dijadikan pilihan, yaitu Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Panjang. 

doc. pribadi


Pelabuhan Panjang dibuka kembali untuk mendukung program Tol Laut yang digagas oleh Pemerintahan Pak Jokowi. Semoga dalam waktu dekat berkesempatan untuk 'mencicip' jalur Pelabuhan Panjang-Tanjung Priok. Karena jarak tempuh menuju Pelabuhan Panjang dari rumah, lebih dekat dibandingkan ke Pelabuhan Bakauheni.

Kalian kalau ke pelabuhan pasti sering melihat logi ini dong?



Ssssttt kalian sudah tahu belum apa itu ASDP Ferry Indonesia? jadi, ASDP adalah singkatan dari Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan. Dan ASDP Ferry Indonesia merupakan salah satu BUMN di Indonesia yang bergerak dalam jasa angkutan penyeberangan dan pengelolaan pelabuhan penyeberangan untuk penumpang, barang, dan kendaraan (wikipedia). ASDP Indonesia memberikan pelayanan di 35 pelabuhan yang ada di Indonesia. PT. ASDP sampai tahun 2015 sudah menyediakan layanan penyeberangan di 180 lintasan yang dilayani 135 kapal (komersil dan perintis). Mau tahu lebih lanjut terkait ASDP Indonesia, sila klik link ini




Kali pertama saya naik kapal ferry adalah pada saat study tour SMA, akhir tahun 2011. Saat itu juga kali pertama bagi saya melihat kapal ferry untuk penyebrangan antar pulau. Harap maklum, keluarga saya domisili di pulau Sumatera semua. Dan lagi keluarga saya bukan tipe keluarga yang liburan sekolahnya pergi ke ibukota metropolitan. Jadi tidak ada alasan urgent yang mengharuskan saya menyeberang ke sana. 



Dan biasanya kan kalau ke pantai-pantai, yang dilihat juga adalah kapal kayu untuk menyebrang antar pulau-pulau kecil.

Meskipun baru kali pertama, Alhamdulillah saya bukan tipe penumpang yang mudah mabuk cinta .
Jadi saya menikmati perjalanan dengan hati tulus-ikhlas-penuh semangat.



Karena naik kapalnya siang hari, jadi saat itu saya bersama salah seorang teman, memutuskan berkeliling mencari tempat foto yang bagus di atas kapal. Menikmati pemandangan dari atas kapal. Berfoto dibeberapa titik yang pas dengan gaya alay yang hits pada zamannya. 



Pertama kali naik kapal, saya tidak paham masalah fasilitas apa yang tersedia di dalam kapal, selain masalah mie instan dalam cup yang terlihat ada di mana-mana, dan baju pelampung yang terpasang di depan-dekat televisi yang ada di ruang kelas ekonomi. 

Eh iya, saat itu beberapa teman dan guru-guru beristirahat di ruang eksekutif. Ruangan yang tempat duduknya lebih empuk, ada TVnya per bilik, dan dilengkapi dengan AC. 

Nah, berikut ini saya bagikan cerita pengalaman saya menikmati #AsyiknyaNaikFerry yang juga bisa menjadi tips yang dapat dilakukan selama perjalanan laut menggunakan kapal ferry.



1. BERFOTO

doc. pribadi

Meskipun akhir-akhir ini saya selalu mengambil perjalanan malam hari, tapi saya tidak pernah tidak mengambil foto suasana pelabuhan/kapal/pemandangan dari atas kapal. Kebutuhan untuk update status social media ataupun untuk informasi kepada orang tua. 

doc. pribadi


Pengalaman pertama saya naik kapal ferry, perjalanannya siang hari. Cuaca sedang sangat cerah. Alhasil, beberapa area kapal panas bukan main. Sayangnya pengalaman pertama ini saya tidak mendapati momen matahari terbenam. 



Selama menggunakan jalur laut, saya hanya sekali mendapatkan momen menyaksikan matahari terbenam. Kita bisa berburu foto dengan latar belakang matahari terbenam di atas kapal. Tapi pastikan lokasinya memang lokasi yang diperbolehkan oleh petugas kapalnya. Jangan sembarangan. Mau eksis boleh, but safety first. Jangan terlalu mengejar like instagram wahai suadara


2. BERKELILING SEKITAR KAPAL

Nah, saat di tengah perjalanan, biasanya sinyal akan mengalami fase muncul-tenggelam-tenggelam-tenggelam-tenggelam-muncul. Pada kondisi tersebut, saya akan mengubah mode hp dalam kondisi hemat baterai, yaitu saya matikan dan menyimpannya di tempat yang paling aman.

Menikmati hembusan angin di pinggiran deck kapal. Kalau perjalanannya malam hari, asyik juga sambil memandangi bulan dan bintang dan kamu.

Saya mau cerita pengalaman saya saat kali pertamanya pergi sendiri menggunakan angkutan kapal laut. Malam itu, adalah malam hari raya iduladha tahun 2017. Ini adalah kali pertama saya merasakan hari raya jauh dari orang tua. 

Awalnya, saya kira kondisi kapal akan sangat padat. Ternyata malah sangat lengang.

Semalaman saya menikmati suasana laut di dekat pagar pembatas kapal. Saya duduk dipinggiran kapal bersama dengan beberapa penumpang lain. Saat saya sedang asyik menikmati jajanan yang saya bawa, datang seorang wanita, duduk di sebalah saya. Kemudian kami berkenalan, dan beliau bercerita tentang dirinya. Tentang pekerjaannya yang tidak ada libur bahkan saat hari raya. Disisi lain, saat itu saya sedang dalam perjalanan untuk mencari kerja.

Salah satu yang menyenangkan dari melakukan perjalanan adalah, mengenal satu orang baru dalam hidup. 

Kalau kondisi badan tidak sangat lelah, saya sangat senang untuk mengobrol dengan orang baru. Kadang saya ajak mengobrol anak-anak kecil yang sedang menikmati pemandangan laut dari pinggiran kapal.

3. MENIKMATI FASILITAS KAPAL

doc. Dwi Yatmoko Siambudi

Jadi, beberapa waktu lalu, saya sempat update status saya meminta teman-teman yang sedang mudik menggunakan kapal laut, dan mendapatkan kapal dengan fasilitas eskalator, bioskop, ruang eksekutif gratis, agar mengirimkan foto fasilitas kapal tersebut kepada saya.

Kemudian, beberapa orang protes dengan saya. Memangnya ada kapal dengan fasilitas seperti itu? tanya mereka.


Heyyy....

Beberapa kali menggunakan fasilitas kapal, saya pun juga sudah merasakan beberapa kondisi kapal. Dari yang sangat mengecewakan sampai yang cukup membuatku merasa begitu nyaman...





Jujur, pertama kali saya mendapati kapal dengan fasilitas tersebut saya juga berdecak kagum. Tapi -tapi-tapi, saya sudah pernah menemuinya. Hanya saja saya tak sempat untuk mendokumentasikan dengan baik dan benar. Karena:
1. Kondisi penumpang sangat padat, tidak memungkinkan saya memotret fasilitas eskalator.
2. Sudah malam, saya ngantuk banget. Ehehehe



Kedua alasan tersebut sudah perpaduan apik. Ya, saya sanggup terjaga semalaman di kapal hanya dikesempatan pertama. Untuk selanjutnya, saya sering menikmati fasilitas kapal untuk istirahat dan tidur.

Bulan Mei lalu, saya mendapatkan sebuah kapal dengan fasilitas yang benar-benar sudah sangat cukup lengkap. Meskipun tidak ada eskalatornya. 

Doc. Dwi Yatmoko Siambudi


Ada apa saja?


Ada stiker dengan tulisan "Semua Fasilitas Di Kapal Ini Gratis"
Ruangan pertama yang saya temui setelah naik tangga dari geladak kendaraan adalah, ruang lesehan. Salah satu ruangan yang menjadi rebutan penumpang. Seperti biasa, ruang selalu penuh, bahkan sangat penuh. 



Saat itu saya bersama dengan kakak saya. Kami berdua naik satu lantai lagi, di sana ada ruang eksekutif seperti di kafe-kafe begitu. Ruangannya rapi, bersih. 



Terdapat beberapa kursi sofa panjang. Dalam keterangannya, ruangan tersebut juga dapat digunakan untuk rapat. Terdapat penampilan live music juga di ruangan ini. Di ruangan ini penumpang dilarang merokok. Seingat saya, terdapat satu kapal juga yang di ruang ekonominya pun sudah mulai dilarang merokok. Senangnya...makin terasa #AsyiknyaNaikFerry


Sayangnya, beberapa penumpang boros menggunakan fasilitas di ruangan ini. Satu orang, tapi tiduran di kursi sofa. Akhirnya, kursi sofa yang dapat menampung lima orang, hanya digunakan satu orang.

Ibu bilang...



Karena kakak saya tidak suka dengan suasan live music-nya, akhirnya kami turun lagi (padahal saya sudah nyaman huhuhuhu). Kami menuju ruang ekonomi. Wah, sudah tumpah ruah manusia membuka bekal masing-masing. Sudah tidak ada bangku kosong. Saya lupa apa nama kapalnya. Tapi ruangan di kapal ini memang ala-ala kafe begitu. Jadi, kursi yang tersedia di ruang ekonomi juga memang tidak begitu banyak kalau menurut saya. 



Di dekat ruang ekonomi, terdapat playground. Iya. Baru kali ini, saya sampai temukan fasilitas ini. Entah karena sudah malam atau bagaimana, fasilitas playground pun berubah menjadi lesehan untuk beberapa penumpang. Di dekat playground terdapat mushola. 




Wah, karena saking tidak ada tempat lagi, kemudian kami berdua masuk ke ruangan, yang ternyata itu adalah bioskopnya. Waw. 


Saya tidak memperhatikan saat masuk ruangan, ternyata ada keterangan film-film apa saja yang di putar. Dan saat itu, adalah film Dilan yang akan ditayangkan. Ya allah, baru sembuh baper nonton Dilan, harus baper di atas kapal. 



Karena posisi lantai memang tidak seperti yang di bioskop sesungguhnya, saya yang mendapatkan bangku paling belakang, agak susah nontonnya. Tertutup bangku yang ada di depan. Belum lagi AC yang ada tepat di sebelah saya sedang rusak. Akhirnya, saya tidur. Dan bangun dengan basah kuyup. ehehehe. Meskipun panas, namanya pelor, tidur mah tidur aja.



Di depan ruang bioskop ini ada fasilitas lainnya.

Apaan tuh?

Tempat charging handphone gratis (untung pernah merasakan charging bayar *sombong*), daaannnnnnn dua playstations. Iya, ada dua. Saya menyadari ada fasilitas ini saat keluar dari bioskop, dan kapal sudah bersandar di mana penumpang siap turun. Saya sempat menyaksikan dua orang dewasa sedang bermain, di dekatnya ada anak-anak kecil yang cuma menonton mereka main game.



Selain itu, kami juga sempat ditawarkan fasilitas kamar. Dengan membayar, kalau tidak salah sekitar 50ribu atau 100ribu perkamarnya. Maaf, saya ngantuk banget kondisinya saat itu, sampai  nyesel gak sempat mengambil foto-foto dengan baik dan benar. Karena foto yang saya ambil, malah nge-blur semua. 



Dan lagi, saat ini kapal-kapal ferry sudah menyediakan fasilitas untuk penumpang disabilitas. Ini nih penting banget. Oh iya, satu lagi, di kapal yang ada bioskopnya itu, ada ruang laktasinya juga lo.
Doc. Pribadi




Saat liburan lebaran tahun lalu, kebetulan saya diajak berlibur oleh pembimbing skripsi saya ke Banjarnegara. Tujuan utama beliau sebenarnya bukan berlibur, melainkan mengantarkan ibundanya untuk berobat terkait kondisi kakinya pasca operasi.

Nah, seperti yang kita tahu, beberapa tangga untuk penumpang itu jarak antara satu anak tangga dengan yang di atasnya cukup jauh. Untuk beberapa orang, kondisi tersebut menyulitkan penumpang salah satunya ppenumpang dengan kondisi fisik seperti ibunda pembimbing saya. 

Doc. Pribadi


Doc. Pribadi

Alhamdulillah, saat berangkat kami mendapatkan kapal dengan fasilitas eskalator, sehingga cukup memudahkan. Meskipun harus tetap berdesakan dengan penumpang yang lain.

Semoga selanjutnya semua kapal ada eskalatornya ya. Terakhir kapal yang saya tumpangi saat pulang dari Jakarta, tangganya tinggi-tinggi sekali.



Tentu belum semua kapal memiliki fasilitas sebagus kapal yang saya tumpangi. Beberapa waktu lalu saat menuju Jakarta. Saya pun pernah merasakan kapal yang kondisinya membuat bingung. Bingung mau duduk di sebelah mana. Saat itu ruang eksekutif sudah penuh, lesehan...jangan ditanya. Selama naik kapal, saya baru sekali merasakan tidur di ruang lesehan, bangun-bangun keliyengan...



Saat di ruang ekonomi, ternyata atapnya banyak yang bocor. Jadi saya saat itu duduk dengan bangku di sebelah kanan-kiri basah karena air yang berjatuhan dari atap. 

Bahkan bapak-bapak yang duduk di dekat saya, sabar banget duduk kecipratan air yang jatuh dari atap. 

Merasakan ruangan dengan kondisi AC mati saya alami dua kali. Lagi-lagi karena saking pelornya saya, saya tidak peduli. Hahahah. Mau dingin--mau panas, kalau sudah mengantuk, ya tidur saja saya sih



Ketika ibu-ibu yang duduk di belakang saya sibuk kipas-kipas, dan menggerutu dengan kondisi ruang yang katanya eksekutif, dan saat itu bayar 10 ribu, ternyata panas banget, saya tetap bertahan sampai kapal bersandar, sembari ditemai oleh video clip via vallen yang diputar berulang-ulang, sampai saya berpikir bakal muncul Via Vallen asli memberikan kejutan kepada para penumpang yang kepanasan.



Oh iya, sewaktu perjalanan saat study tour, beberapa teman saya mengaku ada yang mendapatkan kesempatan diajak masuk ke ruang nahkoda. 


4. PIKNIK DI KAPAL



Kita adalah penduduk yang katanya kalo panik, tandanya kurang piknik. 

Selain piknik saat wisudaan, saat di kapal juga kita bisa sembari piknik. Biasanya ada petugas yang keliling menawarkan alas tikar dan semacamnya untuk penumpang. Biasanya yang perginya dengan keluarga besar akan keluar banyak sekali makanan dari kantong ajaib. Meski begitu, pesona mie instan dalam cup seolah sudah melekat erat. Tidak mungkin tidak menemuinya. Ehehehe



Di perjalanan pulang liburan lebaran saya bersama pembimbing saya dan keluarganya, kami menyewa sebuah tikar untuk duduk-duduk di pinggiran kapal, sembari membuka jajanan yang tersisa. Anggap saja sedang piknik bersama keluarga.




.
5. TIDUR



Yah, ini adalah pilihan yang manusiawi. Ehehehe

Tidak apa, kadang perjalanan juga melelahkan. Tidurlah saat masih bisa tidur. 

Menahan Ngantuk
Sebagai seorang pelor, saya memiliki sebuah pengalaman. Saat itu adalah perjalanan pulang dari study lapangan. Saya bersama beberapa orang teman kelas memilih untuk berada di ruang ekonomi. Karena masih mengantuk, saya bersama seorang teman saya, memilih bangku di belakang yang bisa digunakan untuk tiduran.

Dan saat kami terbangun, ruangan sudah sepi ditinggalkan oleh penumpang. Hal ini yang kemudian membuat teman saya sempat takut jikalau harus bepergian sendiri dengan menggunakna kapal. Takut ketiduran, dan ketinggalan.


Yah, meskipun saya pelor, tapi sekarang kalau kapal sudah siap bersandar, saya sudah sadar. 


Selain pengalaman di atas, saya masih memiliki pengalaman lainnya, yaitu ketika harus bertahan di kapal selama satu jam. Posisi semua penumpang sudah berada dalam kendaraan. Tetapi ombak masih tinggi. Sampai hampir mabok saya, karena  guncangan di ruang kendaraan itu lebih jelas terasa nikmatnya.



Bahkan tahun lalu, saat ramai dengan kondisi badai dahlia, alhamdulillah saya sudah pulang, tepat dua hari sebelum badai menyerang. 

Untuk masalah keamanan, yah di manapun kita berada, kita tetap harus waspada, dan menjaga apapun yang berharga yang kita bawa, uang, handphone, KTP, cintanya , semua itu menjadi tanggung jawab kita. Jangan lupa untuk tetap berdoa.


Oh iya, selama ini saya merasakan #AsyiknyaNaikFerry, sudah satu paket dengan biaya dari bus yang saya tumpangi. Jadi saya belum pernah merasakan ngeteng naik kapal. 

Jadi saya belum pernah tahu, bagaimana tahapannya, harus ke mana beli tiketnya, harus lewat apa naik-turun kapalnya sebagai penumpang yang jalan kaki.



Tapi, tenang, saat ini beli tiket kapal ferry sudah bisa dilakukan secara online. Hmmmmm  makin mudah layanan, makin terasa #AsyiknyaNaikFerry 


Caranya bagaimana?

Saat ini PT. ASDP Indonesia Ferry sudah mempunyai fasilitas pemesanan tiket kapal ferry secara online. 

1. Silakan akses situs tiket.indonesiaferry.co.id
Pemesanan Tiket Kapal Ferry Indonesia Online


2. Lengkapi Form Pemesanan

Pemesanan Tiket Kapal Ferry Indonesia Online


Setelah Klik Cek Jadwal, dan Jadwal Penyebarangan Tersedia, Maka Akan Muncul Form Untuk Melengkapi Detil Pemesanan Tiket. Setelah lengkap, akan ditampilkan informasi 

Harga Tiket Kapal Ferry Indonesia


3. Lengkapi Data Pemesan

Pemesanan Tiket Kapal Ferry Indonesia Online

Lengkapi form isian data pemesan, dan klik selanjutnya untuk tahapan pembayaran

7. Pembayaran

Pemesanan Tiket Kapal Ferry Indonesia Online

Pembayatan dilakukan via transfer Bank BRI


Sebagai Penumpang Yang Cerdas, Harus Patuhi Aturannya Ya...




Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diadakan oleh ASDP Indonesia dalam rangka memperingati HUT Ke-45 Tahun ASDP Indonesia