Pemilik Rumah

Hi! I'm Nafilata Primadia. Thanks for coming here, and read my writing.

author

Jujur Pada Perasaanmu

Leave a Comment


Silakan bilang sudah tak mau lagi dengannya. 
Sedangkan dengan nyata kalian masih saling mengharapkan,
untuk kembali bersama,
dalam sebuah ikatan yang sempurna.

Silakan bilang sudah tak sudi lagi dengannya. 
Sedangkan dalam doa, masih terselip namanya dengan lirih.

Silakan bilang sudah tak ingin dengar namanya. 
Sedangkan, pagi siang malam masih mempersilakan imaji membayangkan sosoknya berada di sampingmu lagi.

Silakan bilang dia sudah bahagia dengan yang baru. 
Sedangkan mata, telinga, dan jari jemari masih menyambut pesan darinya dengan penuh suka cita

Silakan lakukan semua pembenaran dan pembelaan untuk tak jujur atas perasaan dirimu sendiri.

Berhentilah menjadikan yang lain sebagai tempat berteduh kala hujan deras turun saat kau dalam perjalanan
Saat kau takut kuyup
Saat kau takut menjadi sakit

Tapi ketika hujan reda, kau tak pernah datang lagi pada tempat yang sama
Sekadar mengucap terima kasih
Lagi


Lanjutkanlah perjalananmu.
Atau berhenti, dan tinggalah di sana selamanya.



Hijrahlah dengan sebaik-baiknya niat
Jangan lukai hati orang-orang yang sedang sungguh-sungguh ingin berhijrah
Hijrahlah bukan untuknya
Tapi untuk-Nya
Read More

Akhir Pekan ke Wisata Talang Indah Pringsewu

1 comment

Piknik Cantik | Wisata Talang Indah Pringsewu
Hidup dijaman serba canggih ini, sesuatu yang dadakan ternyata ada bagusnya juga. Salah satunya piknik biar gak panik.

Terlalu banyak rencana acapkali berakhir tragis. Rencananya sudah panjang lebar dichatting, eksekusinya mah gagal. Sering. Banget. Begitu. Kalau saya sih, selama ada ongkosnya, langsung ayuk--berangkatin. Gak usah banyak nunggu si ini, si itu.

Malam sebelumnya saya menginap dimantan kosan bersama kucing kesayangan yang baru saja dimanjakan di Petshop. Ada sedikit cerita sewaktu mengantar si kucing ke petshop.
oo00oo

Saya dan temen saya datang ke Rumi petshop yang ada di daerah Way Halim, Bandarlampung hampir pukul 12an. Sampai di sana, saya lihat seorang lelaki berbadan tambun, tinggi sekitar 170an, rambut pendek, kulit sawo kematangan berada di meja kasir. Saya langsung bilang mau mandiin kucing. 

Nah, karena terlalu mepet mau jumatan, masnya bilang 'Mbak, ditinggal aja ya. Soalnya saya sendiri (ngode bukan mas πŸ˜‚). Udah mau jumatan juga. Nanti ke sini lagi sorean aja.'

'Ohhh iya mas. Oke lah. Ini bayar sekalian dulu mas.'


 

Sore harinya, saya datang lagi ke petshop untuk mengambil kucing.

'Loh, masnya?' (saya pura-pura kaget sembari menahan tawa)

Lelaki yang berjaga di sana berubah jadi sosok lelaki tinggi, bertubuh langsing, berambut pendek agak keriting, kulit putih cerah. Efek Jumatan beneran bikin lebih ganteng ya(?) Hehehe. 


Tepat banget sih hari Jumat. Cowok yang sebelumnya kan bilang mau Jumatan dulu. Katanya kalau habis jumatan, cowok-cowok jadi lebih ganteng πŸ˜‹.
oo00oo

Lanjut 
Sabtu (1/4) pagi, sekitar pukul 10 saya bersama Tati berangkat ke Pringsewu dari Bandarlampung.

Dibonceng motor sambil membawa kucing dalam keranjang ternyata susah juga. Bikin sesak dada adek bang.


Hampir seperempat perjalanan kami tempuh. Tiba-tiba kuteringat akan kamera DSLR hasil minjem yang ketinggalan di masjid Al-Wasi'i. Willy nilly, kami harus putar balik arah. Hamdalah, kameranya masih utuh ditempatnya. Beruntung gak digondol orang. Kalau lenyap, kebeli belum, udah gantiin. Kan sedih.

Lanjut lagi perjalanan yang masih panjang.


Selain mau jalan-jalan, kunjungan kali ini kita niatkan juga untuk jenguk bapaknya Riska, si empunya tuan rumah yang akan dikunjungi. Kami mampir sebentar ke supermarket untuk beli roti. Kami pilih-pilih yang diskonan, maklum anak kosan yang tanggal muda tanggal tua sama saja--hemat. Kami beli sirup juga. Biasanya kalau main ke rumah teman itu, dari anda untuk anda. Kami beli sirup, karena kami berprasangka kayaknya nanti sirupnya bakal dibuatkan untuk kita jua lah. Hehehe

Belum juga melanjutkan setengah perjalanan dari supermarket, kami di stop oleh Polisi Lalu Lintas. Untung dari supermarket saya sudah tukar posisi sama Tati, jadi dia gak perlu grogi nyari STNK. Terakhir di bonceng sama dia, kami kena tilang.

Seorang Polisi paruh baya memberhentikan dan meminta kami menepi. Si Bapak bilang barang bawaan kami terlalu banyak. Padahal cuman bawa seekor kucing lhoh pak, keranjangnyalah yang membuat terlihat penuh sesak. Kami melanjutkan perjalanan sembari menggunjing Si Pak Polisi. 


*Ternyata posisi membonceng lebih susah dibandingkan dibonceng sambil membawa keranjang berisi kucing*

Sampai di rumah saya sekitar pukul 10.30. Kucing kami tinggalkan di rumah, berkuranglah beban bawaan. Pukul 11 kami melanjutkan perjalanan. Waktu tempuh dari rumah saya ke rumah Riska di Gumuk Mas sekitar 1.5 jam.

Cuaca hari itu panas penuh keringat rupanya. Antara bahagia dan gerah.

Meskipun ini bukan yang pertama kalinya saya ke rumah Riska, tapi saya bukanlah pengingat yang baik untuk lokasi rumahnya. Beberapa kali sebelumnya, saya selalu kebablasan sampai jauuuuh😹


Tapi yang ini enggak. Soalnya sudah ditepuk-tepuk sama penumpang yang di belakang, diingetin kalau sudah mau sampai.
Di rumah Riska kami mendapat hidangan puding-pudingan ala kadarnya, air minum, dan stick mantang alias ubi jalar warna ungu. Hmmmm....silaturahim membawa rezeki thooo. Percayalah.

Hidangan Segar di Rumah Riska | Wisata Talang Indah Pringsewu

Gak cuman cemilan, saya dan Tati juga dapat cepuluh makan siang. Padahal masih kenyang, karena sewaktu di rumah saya, kami sempat isi bahan bakar dulu--makan.


Selesai makan siang dengan sayur sop, tempe goreng, dan sambal
datanglah nikmat yang hampir semua orang rasakan setiap rampung makan, apalagi kalau bukan ....
ngantuk shayyyy. 
Bahkan si Tati sampai beneran tidur dulu setelah selesai makan.

Agenda piknik disiang bolong pun dilanjutkan setelah solat Dzuhur. Subhanallah. Hari itu panasanya rak ngentang-ngentang gaes. Kayaknya hari ini banyak orang hajatan πŸ˜€

Yeah, You Can and You Can't | Quote Of Picnic

Tujuan tempat wisata yang akan kami datangi adalah Talang Indah Pringsewu yang sedang hits di instagram anak-anak muda Lampung. Sebenarnya tempat ini sudah mulai hits sejak instagram juga mulai hits. 

Tapi saya kurang tertarik kalau harus ikut-ikutan heboh datang ketempat yang lagi ngehits-ngehitsnya. Terlalu padat ramai. Memilih datang dihari-hari kerja adalah salah satu alasan untuk menghindari warga-instagram yang membludak datang ke tempat ini.

Sebelum ke Talang, kami menjemput salah satu teman kami yang lain, Fenti. Kata Riska rumah Fenti d pinggir jalan, tidak jauh dari SMK Yadika. Yang terbayangkan oleh saya adalah, rumah Fenti ada dipinggir jalan raya. Titik.

Lah ternyata, masuk gang, dan masuk lagi. S I A L. Riska penipu juga ternyata.

Dari rumah Fenti kita dapat keripik pisang sebagai bekal ngemil di Talang Indah. Lumayan. Irit biar gak banyak jajan.

Saya senang kalau bisa tau tempat tinggal teman gini. Jadi, suatu hari nanti ku bisa sampaikan pada anakku 'Nak, ibumu punya teman rumahnya di sana lho *plak* ' wkwkwkwk




  Wisata Talang Indah Pringsewu




Wisata Talang Indah Pringsewu | Sumber : canolla.blogspot.co.id

Lokasi wisata ini berada di daerah Pajaresuk, Pringsewu. Waktu tempuh dari Kota Bandarlampung sekitar 1,5-2 jam. Bahkan bisa kurang. Lokasinya ada di sebelah kanan jalan. Untuk sampai ke Talang, kita harus masuk beberapa meter dari jalan utama. Jalan masuknya ada tepat di sebelah kuburan. Tenang, jangan takut nyasar, ada plangnya kok.

Harga tiket masuk ketempat wisata ini murah. Tiga ribu rupiah perkepala. Sedangkan untuk parkirnya, dikenakan biaya 2ribu rupiah. Siapkan uang pas saja, agar tidak lama menunggu petugasnya nyari recehan untuk kembalian. Jaga bukti parkirnya baik-baik, pas keluar nanti diminta lagi.

Hari itu, sedang berlangsung sebuah acara dari komunitas pecinta motor trail. Sehingga dari jalan depan masuk ke tempat wisata ramai motor trail lalu lalang. Di dalam juga ada acara bazar dan dangdutan dari komunitas mereka.

Awal masuk lokasi wisata, kita akan disambut lahan kosong yang dapat digunakan untuk acara-acara seperti yang sedang berlangsung saat itu. Kalau mau ngadain nikahan, garden party, outbond, kemah, boleh lah kalian coba di sini.

Areal parkir tempat wisatanya luas. Kalau kalian mau bawa motor seratus ke sini, cukup kok. Di areal parkir ada tembok bertuliskan Wisata Talang Indah. Sayangnya saya tak sempat berswafoto dengan background tembokπŸ˜“πŸ˜”





Wisata Talang Indah Pringsewu | Sumber: canolla.blogspot.co.id


Perkembangan pesat tempat ini salah satunya berkat the power of warga instagram juga lhoh. Semenjak makin ramai diinstagram, muncullah beragam fasilitas tambahan di sini yang menunjang untuk mendapatkan foto yang instagramable.




Wisata Talang Indah Pringsewu
Pemandangan Sawah Dari Atas Talang | Wisata Talang Indah Pringsewu


Talang ini sudah sejak tahun 1928 yang berfungsi untuk perairan sawah disekitarnya. Dulu saya juga pernah main ke talang yang lainnya bersama teman-teman SMA. Tapi kondisi talangnya tidak sebagus di tempat wisata ini.



Wisata Talang Indah Pringsewu
Pemandangan Dari Atas Talang *Calon Jembatan Cinta*  | Wisata Talang Indah Pringsewu

Ada banyak pilihan wahana di Talang Indah. Ada flying fox (uuuuhhh i wanna fly with fox), bola-bola disungai yang kita bisa masuk ke dalamnya, perahu karet untuk menyusuri sungai yang ada di bawah talang, biang lala. Spot untuk berfoto lainnya ada ala-ala rumah hobit, dan juga berberapa rumah pohon dengan latar pemandangan yang instagramable.

Biaya perwahananya bervariasi, mulai dari 5ribu-20ribu. Spot foto favorit anak instagram biasanya adalah yang ada di bukit. 



Wisata Talang Indah Pringsewu
Selamat Datang di Bukit Pangonan | Wisata Talang Indah Pringsewu


Dari atas Bukit Pangonan, kita bisa lihat pemandangan sawah dan desa di sekitar. Kita juga bisa lihat pemandangan bukit disebarangnya yang sedang dalam tahap pembangunan sebagai waduk. Kata teman saya, bukit beserta waduknya juga akan dijadikan tempat wisata. 

Sepertinya wisata andalan daerah Pringsewu adalah dengan memanfaatkan bukit-bukit di daerahnya. Semoga saja tetap memperhatikan keseimbangan lingkungannya ya.

Nah, untuk menikmati fasilitas yang  berada di bukitnya, kita harus merogoh kocek lagi. Biayanya 3 atau 4ribu perorang *saya lupa, soalnya dibayarin*.  

Di sepanjang jalan menuju bukit terdapat payung berwarna-warni. Banyak payung di tempat wisata ini. Mereka menerapkan kata-kata bijak  'Sedia payung sebelum hujan'.




Spot fotonya kayak apa aja sih?


 

Ada beberapa macam rumah-rumah pohon dengan ketinggian bervariasi. Kemudian ada juga spot foto yang bentuknya seperti perahu yang terbuat dari bambu, dengan pemandangan hijau sebagai latarnya. Ada juga ayunan yang dihiasi bunga-bungaan yang cantik. Tempat bertuliskan I ❤ U. 

Siang itu pencayahaannya gak cucok banget sama hape-hape cekrek hamba gaes πŸ˜„πŸ˜„ matahari lagi seneng-senengnya menyinari bumi. Kamera DSLR hasil minjem juga malah error 😞. Saya sarankan datang ke sini dipagi hari atau sekalian sore saja.

Kalau kalian mau dipotoin sama yang ahli, di sini juga tersedia jasa photographer. Tarifnya sih saya kurang tahu.

Dari sekian rumah pohon, saya coba dua spot foto di pohon-pohon yang gak perlu lepas sepatu. Saya males kalau berpoto cuman pake kaos kaki. Mengurangi nilai aestetika.

Salah satu yang saya coba adalah yang paling sepi peminatnya. Saya naik sendiri, karena saya jomlo ketiga teman saya gak berani. Kan sayang sudah ke sini kalau gak berani coba.

Ketika sampai atas. Wuhuuuu

Bergoyang-goyang tertiup angin...papan tempat duduknya. Saat saya sedang pilih-pilih posisi uenak. Dua teman saya yang berada di atas pohon yang lain sibuk teriak-teriak. 


'Awasss pi, hih jangan minggir-minggir'

Haduh, berisik.
Saya minta mereka potoin saya dengan penuh harap hasilnya sesuai ekspektasi.
 

Merasa sudah banyak potonya. Saya putuskan untuk turun. Pas liat hasil potonya, ternyata kok gak mirip sama poto contoh yang ditempelin di pohonnya. 


Menunggu Hilal Muncul | Wisata Talang Indah

Wisata Talang Indah Pringsewu
Tahan Napas Agar Badan Tegap Diterpa Angin | Wisata Talang Indah Pringsewu

Saya naik lagi untuk kali kedua. Mumpung sepi lho. Kali ini Fenti ikutan mau nyoba. Sampai atas, lagi-lagi malah teriak. 

Papannya tempat duduknya memang lumayan ngeri. Setiap ada angin sangat terasa bergoyang-goyang. Perlu dikencengin lagi nih paku-paku dan tali-temalinya.

Untuk kesempatan yang kedua ini, saya bilang keteman saya kalau saya pose ala ibu-ibu tidur miring mau menyusui anaknya 😼

'Gurl, aqyu mau poto pose gini ya. Oke'

'Iya oke, terserah' kata Riska

'Jangan minggir banget Fi' kata Fenti yang gak berani beranjak dari dekat batang pohon.

'Oke gak?' saya sudah bergaya mempesona 😎

Wisata Talang Indah Pringsewu
Mencoba Menikmati Kesilauan Di atas Pohon | Wisata Talang Indah Pringsewu
Wisata Talang Indah Pringsewu
Gagal Pose Miring Ala Bu-Ibu Menyusui Anaknya | Wisata Talang Indah Pringsewu


'Bodo amat Pi' kata Tati yang kzl.

'Turun woyyy harga pasaran, awas kagak laku Pi' 😈


Rasanya kali ini udah lebih bagus potonya. Udah keliatan kalau saya naek ke atas pohon. 

Wisata Talang Indah Pringsewu
Kucinta Pohon *Big Hug* | Wisata Talang Indah Pringsewu


Wisata Talang Indah Pringsewu
Whoa, nempel sama awan | Wisata Talang Indah Pringsewu


Wisata Talang Indah Pringsewu
Papan di Atas Pohon Bukit Pangonan | Wisata Talang Indah Pringsewu



Selain spot-spot foto, di sini juga tersedia banyak penjual makanan dan minuman. Mulai dari bakso dan sosis bakar, petisan, gorengan, dan tidak lain tidak bukan mie instan juga ada. Tinggal pilih saja, penjual mana yang paling menggoda *Ups*

Kami berkeliling mencoba beberapa spot foto yang lain dengan keringat yang mulai mengucur. Baju yang mulai basah. Aromaterapi yang mulai muncul.


Cuaca yang begitu panas di atas bukit membuat kami dehidrasi πŸ˜“. Kami memutuskan untuk beli bakso bakar sama petisan dulu sembari menikmati pemandangan di atas bukit.

Masih gak puas dengan panasnya siang menjelang ashar itu, kami berencana nunggu sampai sore. Berharap cuaca menjadi teduh. 


Nyatanya, ditunggu sampai pukul 5 panasnya masih bertahan. Sedangkan hape sudah mulai nyerah kehilangan dayanya. Pawang huja pembangunan waduknya kenceng juga nih ajiannya. πŸ˜€


Setelah solat ashar, saya bersama Fenti mau nyobain naik serigala terbang. Wahana yang pertama kali kami datangi sebelum menyebrang melewati Talang, tetapi karena masih panas, kami rencanakan nyoba naik flying foxnya sekalian sebelum pulang.

Harga tiket flying fox 20ribu perorang. Bisa terbang berdua atau sendiri. Ketinggiannya dan jarak tempuhnya sih masih kurang menurut saya.


Kalau mau naik flying fox sebaiknya pakai celana saja ya, kalau pakai rok, pasti kalian risih pas si kang flying foxnya masangin alat keamanannya. Saya sewaktu berangkat dari rumah sih pakai rok, tapi sewaktu di rumah Riska saya berubah pikiran,  saya pinjam celana Riska. Untung cukup.

Sembari dipasangin perlengkapan keselamatan untuk naik flying fox, saya bikin video. Eh, pas selesai masnya masangin, saya siap meluncur. Masnya tiba-tiba nanyain

'Mbak-mbak, gak pengen foto sama saya?'

Duh mas, pengen gak pengen mas. Karena gak enak, yaudah deh poto bareng si masnya. Sayangnya gak dikasih diskonan nih.

'Oh, ayok deh mas'
 
Wisata Talang Indah Pringsewu
Bonus Foto Bersama Kang Flying Fox | Wisata Talang Indah Pringsewu

Dan ku tahu sesungguhnya si mas mau bergaya tapi bingung bagaimana 

And time to fly.

AAAAAAaaaaaaaaaaaaaaaAAAAAAAAaaaaaaaaaaAAAAaaaaahuuuuuuuuuuuu!!!!!

 

Tidak sampai 30 detik.

Cuman segitu?
Kurang.
Mau lagi.
Tapi udah mau tutup.
Tapi duitnya nanti habis.
Sungguh tak terasa.

Baru turun langsung ditanya oleh abang yang menunggu di tempat pendaratan.

'Dek, orang (suku) Lampung ya?'
'Eh, bukan Bang.'
Mata saya emang kecil bang. Tapi saya terlalu gelap untuk dikatakan sebagai orang suku Lampung.


Saya menunggu Fenti sambil ngobrol dengan abang flying fox. Kami ngobrol-ngobrol manja seputar tempat wisata ini. Kata si abang, hari ini mah sepi. 

S E P I.
Menurut saya sih hari itu ramai.

'Ini sih gak ada apa-apanya dibanding hari libur. Kalau hari libur, itu talangnya bisa penuh. Antri.'
Omegot

'Kalau gitu, saya gak mau kesini pas hari liburlah. Tutupnya jam berapa Bang?'

'Setengah 6'

'Itu kolam di bawah emang gak diisi Bang?'
 

'Ya ada biasanya, buat mancing. Lagi dikosongin. Itu di sana (menunjuk ketempat yang sedang dibangun) mau dibikin baru lagi. Terus yang disana (nunjuk ke sawah-sawahan) nanti dibikin kolam renang.' Si Abang menjelaskan.

 

Saya cuman manggut-manggut. Ternyata rencana pembangunannya banyak juga. Pasti bakal makin asyik tempat wisatanya ini. Semakin banyak pilihan.


'Dah itu, temennya di videoin' si Abang berdiri mengambil posisi siap menyambut kedatangan Fenti.
 
'Oh iya bang.' Saya ikutan si Abang menunngu diujung tempat kami duduk.

Perjalanan flying fox Fenti macet. Dikiranya saya kerjasama dengan  si abang  biar berhentiin talinya sebelum sampai ujung. Padahal beneran gak tau lhooo kenapa macet. Namun kau tuduh akulah penyebab segalanya.
Wisata Talang Indah Pringsewu
Flying Fox | Wisata Talang Indah Pringsewu
oo00oo

Sebelum naik serigala terbang, saya dan Riska sempat duduk-duduk dikursi rotan berayun warna putih yang ada di bawah pohon bambu. Asyiik kami duduk di sana, berfoto ria. 

Ketika kami hendak pergi meninggalkan tempat itu, terdengar suara memanggil-manggil 'Mbak-mbak'. Datang seorang ibu membawa sebuah wadah dari plastik. 

'Karena berdua, tujuh ribu aja mbak. Biasanya gak segitu lho.'

Iya buuuu 😚😚
 

  
Ternyata ditagih uang sewa. Wkwkwkw kupikir ini gratis. Pantesan si ibu yang duduk tak jauh dari sana sedari tadi terlihat ceri sambil terus memantu kami.

Wisata Talang Indah Pringsewu
Kursi Putih Jebakan :D | Wisata Talang Indah Pringsewu

Diperjalanan pulang, saya bersama Tati membuat dialog yang kira-kira ada dalam hati si Ibu pemilik kursi putih.

'Hemmm, silakan nikmati duduk disinggasana yang nyaman itu. Tunggu saja. Tak kan kulepaskan kau begitu saja, kisanak. Hahahahah'

Kami menyalahkan si ibu yang gak masang plang harga. Kalau ada harganya, mana mungkin kami mau duduk πŸ˜‹. Meski sudah didiskon juga.


Kami pun pulang dengan perasaan bahagia bercampur geli. 😝

Saat keluar, masih ada saja pengunjung yang baru datang, meskipun sudah sore. Padahal kata salah satu penjual petis di bukit bilang kalau malem ditutup.

'Kan ngeri mbak. Ngapain malem-malem disini'


oo00oo

Secara keseluruhan tempat wisata ini recomended untuk mengisi liburan bersama teman atau keluarga. Fasilitasnya sudah cukup lengkap. Ada toilet, mushola, tempat duduk-duduk santai, karaokean (organ tunggal), bahkan ada tukang ojeknya juga kalau kalian gak kuat jalan kaki ke atas bukit. 


Sayangnya musholanya agak kotor sih kemaren. Kebersihan tempat wisatanya juga udah dijaga dengan baik. Meskipun banyak penjual makanan, tapi gak banyak sampah berserakan. Penjaga tempat wisatanya rajin. Semoga semua pengunjungnya juga bisa menjaga kebersihannya.


Kita tunggu wahana dan fasilitas-fasilitas baru yang sedang dan akan dibangun. Dan saya pengen nyoba serigala terbangnya lagi. Semoga nanti lebih tinggi dan lebih jauh jaraknya :D

















































gambar:
www.clipartpanda.com
Read More
Previous PostOlder Posts Home